DEMOKRASI ANARKI: Sebuah Puisi Jiwa


DEMOKRASI ANARKI

 Demokrasi Anarki

 

Berteriak lantang berkedok aspirasi

Mengumbar janji dan program suci

Lihat! semua orang bernafsu meraih kursi

Di tengah euforia terbukanya pintu reformasi

 

Gawat Tuan! Nurani bangsa telah dicuri

Mereka saling tuding dan saling menggurui

Yang tidak setuju boleh gunakan emosi

Kerahkan massa, lalu letupkan provokasi

 

Inikah yang kau sebut demokrasi?

Ah bukan, ini sih namanya democrazy!

Pantas saja tiap demonstrasi berhujung anarki

Karena kita sedang terlelap di alam mobokrasi

 

 

Merdeka Barat, 12/02/09 – 18:00 WIB

 

Catatan: Turut Berduka atas jatuhnya korban dalam Demokrasi Anarki

di Gedung DPRD Sumut

Advertisements

6 thoughts on “DEMOKRASI ANARKI: Sebuah Puisi Jiwa

  1. Kak, judulnya menurutku ga usah ditambahin “sebuah puisi jiwa” gitu. Cukup “Demokrasi Anarki” aja. Klo pake itu, ke”garang”annya jadi kayak kereduksi… Judul dan substansi puisi itu sudah sangat mencerminkan “pemberontakan jiwa” I think…

    But great poem anyway. Puisi yang semoga lahir dari “calon stateman yang bermental LSM…”

    Judulnya memang hanya itu sebenarnya, sebagaimana tertera di dalam kolom tulisan. Judul di atas hanya untuk membedakan agar tidak dikira Artikel oleh pembacanya. Tetapi usulannya cukup baik, akan saya pertimbangkan untuk pemuatan selanjutnya. Terima kasih Hanara

  2. sampai kapan proses transisi demokrasi ini berujung pada kesejahteraan masyarakat?
    tak ada lagi penindasan, tak ada lagi pembodohan dan tak ada lagi kekerasan!
    atau mungkin demokrasi hanya sebuah sistem untuk melatih suatu negara (pemerintah dan masyarakat) menjadi lebih dewasa…. tak lebih dari itu

    Yang terpenting adalah sejauh mana masing-masing dari kita bisa berpartisipasi aktif dan berkontribusi untuk perbaikan sistem yang ada. Jika terasa masih sulit, setidak-tidaknya jangan turut menambah derita atau melakukan sesuatu yang berpotensi terjadinya hal tersebut. It’s not easy to build a constitutional democracy state. Semua butuh proses dan beragam pengorbanan..

  3. KETIKA…..
    politikus sibuk mencari kursi…
    ulama sibuk berpoligami….
    masyarakat sibuk dengan perutnya yang tak terisi…..
    pemerintah sibuk dengan melunasi hutangnya yang semakin meninggi….
    Nelayan sibuk dengan jaringnya yang dicuri…
    menteri sibuk dengan instruksi yang membingungkan diri…
    legislatif sibuk memikirkan keadilan atau kepastian hukum yang semakin tak pasti…
    dan mahasiswa sibuk dengan politik cinta yang menggerogoti diri…

    entah kapan, aku, kalian dan mereka akan memegang dan memeluk erat saudaranya sendiri?

    Kalau Mas Kriwul masuk pada bagian baris yang keberapa?

  4. Negeri Kurcaci

    “Memang aku berbeda dengan kalian, rambutku keriting, hidungku tak sebagus hidung kalian, lihatlah… diriku yang kecil, yang ukurannya jauh berbeda dengan ukuran kalian.
    Tapi, Apakah dengan itu kalian punya alasan untuk mengucilkanku, apakah dengan itu kalian punya hak untuk menghinaku, apakah dengan alasan itu kalian punya hak untuk menginjak-injak harga diriku.
    Memang aku sedikit berbeda dengan kalian, tapi kita diciptakan oleh tuhan yang sama, kita hidup dalam dunia yang sama, aku juga bernafas, aku juga makan seperti kalian.
    Karena kalian adalah aku, aku adalah kalian, aku adalah kalian, kalian adalah aku. Karena tak ada perbedaan antara kita…..”

    Dengan ditemani sebatang rokok ditanganku
    Malang, 13 Agustus 2008

    Ditunggu lagi puisi-puisi selanjutnya Mas

  5. he he…
    maaf, nama saya indra kriwul
    Salut buat kaum muda reformis seperti Pan

    Salam kenal Mas Indra Kriwul. Jangan cepat-cepat menilai saya, siapa tahu saya termasuk yang tidak bisa mempercepat arus pergerakan reformis. Hehe..

    Namun demikian, tentunya untuk meraih hal tersebut kita perlu bergerak bersama-sama, khususnya dng arek-arek Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s