Lawan Teror!

Pagi-pagi ini dikala banyak bola mata menyaksikan laga World Cup antara Jerman dan Spanyol, kita dikagetkan dengan berita peristiwa penganiayaan salah satu aktivis ICW.

Entah berkelindan atau tidak, banyak pihak kemudian menghubungkannya dengan peristiwa pelemparan bom molotov ke kantor TEMPO beberapa hari lalu.

Apapun motif di balik semua itu, bagi saya segala bentuk teror harus dilenyapkan. Masyarakat butuh rasa aman dan nyaman dalam kesehariannya.

Untuk mencurahkan isi hati maka di saat senggang saya tulis beberapa bait sebagai rasa belasungkawa kepada para korban dan keprihatinan mendalam atas merebaknya teror akhir-akhir ini.

Semoga bisa menggantikan sementara kewajiban saya sebagai salah satu bagian masyarakat yang masih peduli pada suara kebenaran dan keadilan di negeri ini. Check this out!

“LAWAN TEROR!”

Tempo & ICW  in da House yo’..
Gelorakan semangat anti korupsi.
Lawan teror walau penuh intimidasi.
Molotov, parang, atau di balik jeruji.
Kita jangan pernah surut berhenti.

Hujan pun mulai membasahi bumi.
Tanda berkabung terhadap ibu pertiwi.
Mari semua, suarakan hati nurani.
Bergerak, bersama masyarakat madani.

Reff:
Seret pelaku segera diadili.
Tegakan hukum, gunakan logika pasti.
Jangan seperti sinetron di layar TV.
Drama kosong, penuh manipulasi!

Ini adalah murni suara hati.
Tak terbendung melihat kondisi terkini.
Ku hanya bisa berucap lewat ibu jemari.
Semoga Tuhan mendengarkan syair ini.

Jakarta, 8 Juli 2010 – 10:30 WIB
Diposting pertama kali via Twitter: @panmohamadfaiz

Puisi: “Sejumput Harapan”

“SEJUMPUT HARAPAN”

mk4

Berdiri tegak mencakar langit
Bersinar menerangi gelapnya malam

Dia kokoh bukan karena pilarnya
Dia indah bukan pula karena ornamennya

Sembilan Dewa menjadi ruh raganya
Ratusan Kurcaci mengisi relung jiwanya

Dia bermartabat karena kedudukannya
Dia akan dimuliakan hanya karena putusannya

Namun …

Continue reading

DEMOKRASI ANARKI: Sebuah Puisi Jiwa

DEMOKRASI ANARKI

 Demokrasi Anarki

 

Berteriak lantang berkedok aspirasi

Mengumbar janji dan program suci

Lihat! semua orang bernafsu meraih kursi

Di tengah euforia terbukanya pintu reformasi

 

Gawat Tuan! Nurani bangsa telah dicuri

Mereka saling tuding dan saling menggurui

Yang tidak setuju boleh gunakan emosi

Kerahkan massa, lalu letupkan provokasi

 

Inikah yang kau sebut demokrasi?

Ah bukan, ini sih namanya democrazy!

Pantas saja tiap demonstrasi berhujung anarki

Karena kita sedang terlelap di alam mobokrasi

 

 

Merdeka Barat, 12/02/09 – 18:00 WIB

 

Catatan: Turut Berduka atas jatuhnya korban dalam Demokrasi Anarki

di Gedung DPRD Sumut