MK: Mahkamah (akan) Kiamat?


ImageBerita mengenai ditangkapnya AM (Ketua MK), CN (Anggota DPR/MUI), dan HB (Bupati) oleh KPK benar-benar mengagetkan kita semua. Korupsi seakan menunjukan sifat aslinya yang bersifat sistemik hingga kemudian muncul istilah “Trias Corruptica”. Mereka yang rindu perbaikan hukum sudah sewajarnya ikut marah, kesal, sedih, dan berduka, sebab MK selama ini diharapkan menjadi benteng terakhir bagi para pencari keadilan.

Tak kalah kecewa dan murkanya adalah mereka yang saya kenal telah berjuang keras membangun institusi MK sepuluh tahun terakhir ini. Mulai dari para mantan Ketua dan Hakim Konstitusi, para pegawai yang saya tahu betul telah ikut membanting tulang demi menjaga marwah konstitusi, serta friends of the court seperti para dosen, NGOs, pers, dan civil society yang setia turut memberikan kontribusinya.

Saya coba hubungi dan bicara dari hati ke hati dengan sebagian dari mereka yang pernah dan sedang terlibat di dalam MK. Tak bisa ditutupi, rasa kecewa dan adanya degradasi moral terpancar dari wajah, suara, dan tata bahasa mereka.

“Saya udah nggak bisa tidur, Iz”

“I feel so broken, Bang!”

“Astagfhirullah, save us Allah”

“Aku malu, Iz. Apa resign aja?”

“Pingin nangis terus rasanya”

“Aku langsung nyesek, Mas”

“Saya nggak nyangka. Kok bisa?”

“We need your solidarity, Bang”

“Inikah hasil perjuangan kita 10 tahun?”

dan sederet ungkapan spontanitas lainnya.

Saya selalu merasa miris dan sedih tatkala melihat atau mendengar orang-orang baik, khususnya generasi muda, harus terkena imbas negatif hanya dari satu kejadian yang sama sekali tak pernah mereka inginkan. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga!

Terhadap peristiwa ini, setidaknya ada tiga evaluasi yang dapat saya berikan: (1) perlu adanya penyempurnaan proses rekrutmen dan pemilihan Hakim; (2) penguatan terhadap sistem pengawasan eksternal; dan (3) meninjau kembali penangangan sengketa Pemilu Kepala Daerah di MK.

Selanjutnya, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah, mari sama-sama kita berikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada KPK untuk menangani dan mengusut kasus ini secara tuntas dan segera. Apabila terbukti bersalah, hukuman lebih berat perlu dipertimbangkan oleh Majelis Hakim. Tak kalah pentingnya, mari kita tetap terus awasi dan kontrol bersama kinerja Mahkamah Konstitusi secara kritis dan konstruktif.

Mengembalikan kepercayaan tentu jauh lebih sulit ketimbang membangun kepercayaan. Untuk itu, mari kita berikan juga support moril kepada mereka dan siapapun yang masih tulus ikhlas membangun kembali MK secara kelembagaan, termasuk untuk memperbaiki segala kekurangannya. Sebab, membakar seluruh lumbung padi bukanlah langkah yang bijaksana, manakala kita hanya bermaksud untuk membersihkan tikus di dalamnya.

Pepatah mengatakan, “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely!”. Adalah tugas kita semua untuk saling mengingatkan dan mengawasi, sebab di saat kita lengah pun, bisa saja saya, anda, mereka, atau kita semua, dapat terjerembab juga ke dalam lubang kenistaan korupsi sewaktu-waktu. Naudzubillah mindzalik.

Kawan-kawan yang baik dan penuh semangat, teruslah sama-sama kita nyalakan lilin harapan, dan tak sekedar larut mengutuk kegelapan. Let’s save MK!

Advertisements

2 thoughts on “MK: Mahkamah (akan) Kiamat?

    • Negara lain tahu juga, karena beritanya sudah di muat di banyak media internasional. Tetapi bagi yang ingin mengembalikan marwah dan pilar MK, tidak perlu terlalu pesimis bahwa MK dapat tegak kembali. Beberapa negara juga pernah mengalami kejadian serupa, dimana Ketua Mahkamah Agung-nya melakukan tindakan yang melanggar hukum. Sekarang kita fokus saja mengembalikan kepercayaan masyarakat pada cita-cita luhur berdirinya MK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s