Puisi: “Sejumput Harapan”


“SEJUMPUT HARAPAN”

mk4

Berdiri tegak mencakar langit
Bersinar menerangi gelapnya malam

Dia kokoh bukan karena pilarnya
Dia indah bukan pula karena ornamennya

Sembilan Dewa menjadi ruh raganya
Ratusan Kurcaci mengisi relung jiwanya

Dia bermartabat karena kedudukannya
Dia akan dimuliakan hanya karena putusannya

Namun …

Retak! Hancur!
Ketika amanah tergadaikan

Pecah! Karam!
Ketika perompak berkeliaran

Mahkota keadilan milik bersama
Dikawal nurani dan harga diri

Merenggut berarti berkhianat!
Mencabik selaput suci keadilan

Melindungi adalah keharusan
Mempertahankan menjadi kewajiban

Panjatkan doa agar tak pernah goyah
Menghadang terpaan dan tikaman dunia

Semoga dia tak pernah berubah
Hingga takdir menyatakan berbeda

***

Merdeka Barat #6 – 28 Oktober 2009

Advertisements

7 thoughts on “Puisi: “Sejumput Harapan”

  1. Setelah 1 tahun 8 bulan kutunggu momentum ini, akhirnya datang juga. Rasa gelisah saya dan mungkin juga sebagian kawan-kawan MK, telah langsung saya utarakan kemarin di hadapan masyarakat luas melalui Panja Mafia Pemilu DPR RI.

    Sebagai informasi, puisi di atas saya buat tak lama setelah keluar hasil pemeriksaan oleh Tim Investigasi Internal MK mengenai dugaan pemalsuan surat MK. Kewajiban saya pada saat itu untuk menyampaikan seluruh informasi dan kesaksian telah terlaksana.

    Alhamdulillah, sekarang semua mulai terkuak. Langit cerah bergelayut di atas gedung MK dan kebenaran akan segera menyinarinya. Peluh keringat telah menetes tak terhitung hingga hari ini. Mari kita jaga kembali rumah konstitusi kita, kawan. Tak ada kata terlambat. Lawan Mafia Peradilan!

    • Halo Faiz..
      Masih ingat saya ngga…Made Inna rekan satu prajabatan dulu..dari Badan Pusat Statistik (BPS)…
      Saya hanya mau menyampaikan support saya buat Faiz…Walau tidak intensive, saya sedikit mengikuti kasus pemalsuan surat MK karena begitu di blow up di media (memang begitu seharusnya mungkin)…
      I’m so proud of you bro…saya percaya kebenaran pasti akan terkuak…
      Semoga Tuhan selalu melindungi Faiz dan kawan – kawan di MK…

      Regards

      Inna

  2. Tidak menyangka kalau senyum kalian di pertemuan kita (Saya, Mas Faiz dan Mas Nalom) pagi itu di depan lift, adalah senyum penuh persiapan kalian untuk acara investigasi. Siangnya saya pecah konsentrasi, di satu sisi bersama adik-adik membedah mosi, di sisi lain merasa harus mendengar semua kau punya argumentasi. Ternyata setelah 5 – 10 menit saya dengar, saya jadi teringat perkataan Pak Djaned di rapat terakhir kita “hal ini terjadi bukan karena administrasi MK yang buruk…justru karena baik, sehingga segera ketahuan.” Perkataan itu dan garis wajah juga ketenanganmu dalam memberi keterangan menghasilkan 1 kata yang membuat saya menyudahi kegiatan mendengarkan acara itu, “Percaya”.
    Life is full of surprises, mutates without warning, and not all part of life are enviable ways or become alive. Sometime we need darkness to see the light…. :)
    “semangka…semangat kakak…” (vocab gaul hasil begaul sama abg2 4 hari kemaren..hehehe…)

  3. … Halo Faiz…masih sama kita dulu satu prajabatan di Lenteng agung…dan aku sempet kaget pas ngeliat dirimu di cecar di DPR…you did a good job my brother..keep on struggle….kawan2 selalu mendukungmu …mari kita junjung kebenaran dan jadikan Indonesia kembali punya Gigi di kancah internasional……

    Bravo for you my brother…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s