Menabur Benih Constitutional Complaint

MENABUR BENIH “CONSTITUTIONAL COMPLAINT”
 
PENDAHULUAN

Konstitusi bangsa Indonesia secara tegas menyatakan bahwa Negara Indonesia adalah Negara Hukum (Rechtstaats). Menurut pemikiran Friedrich Julius Stahl, salah satu unsur yang dimiliki oleh negara hukum adalah pemenuhan akan hak-hak dasar manusia (basic rights/fundamental rights).

Agar dapat selalu mengikuti perkembangan dan pemenuhan akan hak-hak dasar manusia, maka sebuah konstitusi haruslah mempunyai aspek yang dinamis dan mampu menangkap fenomena perubahan sejarah (historical change), sehingga dapat menjadikannya sebagai suatu konstitusi yang selalu hidup (living constitution).

Konstitusi sebagai hukum dasar yang utama dan merupakan hasil representatif kehendak seluruh rakyat, haruslah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh di setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, prinsip yang timbul adalah setiap tindakan,  perbuatan, dan/atau aturan dari semua otoritas yang diberi delegasi oleh konstitusi, tidak boleh bertentangan dengan basic rights dan konstitusi itu sendiri. Dengan kata lain, konstitusi harus diutamakan, dan maksud atau kehendak rakyat harus lebih utama daripada wakil-wakilnya.

 

Continue reading

Hukum Acara Mahkamah Konstitusi

MAHKAMAH KONSTITUSI:
THE GUARDIAN AND THE INTERPRETER OF CONSTITUTION
Description:

Pada saat ini masih sedikit penulis yang membuat artikel mengenai Mahkamah Konstitusi RI dikaitkan dengan proses beracaranya. Tulisan singkat ini merupakan hasil studi sekaligus pengamatan langsung dari penulis atas perkembangan dari Lembaga Negara tersebut. hal yang perlu dipahami adalah Mahkamah onstitusi mempunyai hukum acara yang jauh berbeda dengan hukum acara yang diterapkan di peradilan biasa. Semoga artikel ini dapat memberikan tambahan wawasan di bidang Hukum bagi para pembaca. Sekaligus penulis memohon masukan dan saran yang membangun dari pembaca sekalian, sebab artikel ini barulah buah karya awal dimana tentunya tidak luput dari kekurangan.