SERVIAM: Pengabdian dan Pemikiran Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati (Buku)


SERVIAM: PENGABDIAN DAN PEMIKIRAN HAKIM KONSTITUSI MARIA FARIDA INDRATI

Kata Pengantar: Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H., S.U.

Editor: Pan Mohamad Faiz

COVER

PENGANTAR EDITOR

Genap sudah sepuluh tahun Profesor Maria Farida Indrati mengemban amanah dan mengabdi sebagai Hakim Konstitusi (2008-2018). Melalui lembaga peradilan yang bernama Mahkamah Konstitusi (MK), Hakim Maria telah memberikan kontribusi besar dan nyata bagi penegakan hukum dan konstitusi di Indonesia. Sebagai Hakim Konstitusi perempuan pertama dan satu-satunya, ada sentuhan yang berbeda dari Profesor Maria, baik ketika memutus perkara-perkara konstitusi maupun saat berinteraksi dengan orang-orang sekitar di lingkungan kerjanya. Untuk memberikan rasa penghargaan atas pengabdiannya tersebut, saya dan beberapa rekan kerja di MK berinisiatif untuk menyusun buku ini sebagai bentuk persembahan dan rasa terima kasih bagi Hakim Maria di penghujung masa purnabaktinya.

Awalnya saya ragu dapat menyelesaikan buku ini tepat waktu sebelum Hakim Maria memasuki masa pensiun sebagai Hakim Konstitusi. Namun, karena kuatnya komitmen dari para penulis untuk memberikan “kado abadi” yang diharapkan akan terus diingat oleh Hakim Maria, maka dalam waktu singkat dapat terkumpul 16 (enam belas) tulisan sebagai ramuan dasar buku ini. Dari seluruh tulisan tersebut terdapat benang merah yang dapat saya petik.

Pertama, Hakim Maria merupakan penyaji pendapat berbeda yang kuat dalam putusan-putusan MK. Dalam sejarah peradilan di Amerika Serikat, hakim yang demikian seringkali disebut sebagai “the great dissenter”. Kedua, pemikiran dan keilmuan Hakim Maria telah memberi inspirasi dan rujukan bagi para cendekiawan dan praktisi, baik dalam mengembangkan berbagai karya tulis ilmiah maupun memecahkan persoalan dan isu hukum di ranah praktis, khususnya dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. Ketiga, Hakim Maria adalah sosok yang dapat menjadi teladan bagi siapa pun. Sifat kesederhanaannya telah membawa keteduhan bagi orang-orang di sekelilingnya. Kemandirian dan integritasnya telah membentuk Hakim Maria sebagai seorang yang kuat dalam berpendirian, namun begitu toleran dalam menerima berbagai perbedaan.

Memang, banyak hakim konstitusi yang lebih dahulu pensiun dan sama-sama mengeluarkan pendapat berbeda dalam putusan MK. Namun, gema dari pendapat berbedanya itu dirasa tak sebesar dan sekuat dari apa yang disampaikan oleh Hakim Maria. Mengapa? Karena pendapat berbeda yang disampaikan oleh Hakim Maria seringkali memiliki perspektif lain yang bersumber dari hasil pengembaraan intelektualitasnya sebagai seorang Guru Besar yang diracik dengan nilai rasa, cipta, dan karsa yang khusus dimilikinya. Di antara kelembutan sikap dan hatinya, Hakim Maria nyatanya tegas dan kokoh dalam mempertahankan prinsip dan pendapat yang dinilainya benar. Meskipun, ia harus berlawanan dengan pendapat mayoritas lainnya. Karenanya, tak sedikit pendapat berbeda yang dituangkan seorang diri oleh Hakim Maria dalam berbagai putusan MK.

Gema dan jejak dari pendapat berbeda Hakim Maria tersebut diuraikan secara tajam dan bernas oleh para penulis pada Bagian Pertama buku ini. Meskipun pendapat berbeda tidak memiliki daya ikat pada putusan yang dikeluarkan MK, namun hal tersebut setidak-tidaknya merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik dan moral seorang Maria Farida Indrati selaku Hakim Konstitusi dalam proses penyusunan suatu putusan. Lebih jauh lagi, pendapat berbeda seringkali dijadikan pintu masuk sekaligus pisau analisis untuk menyempurnakan putusan-putusan yang berkaitan. Tidak menutup kemungkinan juga, pendapat berbeda Hakim Maria justru digunakan dan berubah menjadi pendapat mayoritas tatkala MK menjatuhkan putusan sejenis di masa mendatang.

Tentunya, pendapat berbeda yang “menggema” hanya akan terjadi apabila memiliki legal reasoning berupa rasionalitas dan argumentasi yang berbobot, tak sekadar berisi ketidaksetujuan dengan pendapat mayoritas semata. Dalam konteks ini, sebagai seorang Guru Besar Ilmu Perundang-Undangan dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hakim Maria telah terbiasa melakukan analisis dan kajian terhadap berbagai persoalan hukum yang terjadi. Sederet karya ilmiah yang dihasilkannya telah menjadi kontribusi nyata di bidang hukum dan ilmu perundang-undangan, baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Misalnya, buku “Ilmu Perundang-Undangan” yang dituliskannya telah menjadi buku pegangan wajib, tidak hanya bagi para mahasiswa hukum, namun juga para dosen dan perancang pembentukan perundang-undangan.

Ratusan hingga ribuan anak-anak didik Hakim Maria, baik yang berasal dari ruang-ruang formal maupun informal, telah menjadikan berbagai karya tulisnya sebagai sumber rujukan. Pengaruh nilai-nilai keilmuan dan pemikiran Hakim Maria juga telah mengubah peta aktivitas bidang ilmu hukum menjadi semakin menarik dan dinamis, terutama pada ranah Hukum Administrasi Negara dan Ilmu Perundang-undangan. Hal ini dapat terlihat, misalnya, dalam berbagai tulisan yang dituangkan para penulis pada Bagian Kedua buku ini. Berbagai teori dan pandangan Profesor Maria telah memantik cara berpikir dan analisis baru dalam mengatasi bermacam persoalan dan isu hukum.

Dalam setiap diskusi dengan Prof. Maria, saya kerap menanyakan responsnya atas banyaknya pendapat orang lain yang mengatakan bahwa Hakim Maria adalah hakim konstitusi yang lebih membela hak-hak perempuan dan anak-anak. Namun, jawaban yang disampaikan di luar dugaan. Dengan rendah hati, dirinya selalu menegaskan tidak pernah merasa paling memahami kepentingan perempuan dan anak-anak dibandingkan para hakim konstitusi lainnya. Bahkan ia secara halus menolak jika dikategorikan sebagai hakim yang cenderung membela kepentingan perempuan dan anak-anak semata. Singkatnya, Hakim Maria sebenarnya ingin mendudukan kepentingan dan kebutuhan bagi kaum perempuan dan anak-anak secara seimbang, baik di ranah domestik maupun publik.

Di satu sisi, sikap untuk mampu menghargai pendapat dan pandangan orang lain yang berbeda, namun di sisi lain tetap tidak mudah terombang-ambing mempertahankan prinsip dan kebenaran yang diyakininya, merupakan salah satu cerminan dari sikap independensi seorang Maria Farida Indrati. Kesederhanaan, dedikasi, dan integritas yang dimiliki Hakim Maria menjadi karakter utama yang tertanam kuat pada sifat dan kepribadiannya. Hal ini juga terekam dengan sangat baik melalui interaksi keseharian antara Hakim Maria dengan orang-orang di sekelilingnya, sebagaimana dituturkan langsung oleh para penulis pada Bagian Ketiga buku ini.

Kehadiran buku ini tentu tidak terlepas dari dukungan para pihak. Oleh karenanya, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap penulis, yaitu para Peneliti dan Panitera Pengganti di MK yang telah meluangkan waktu untuk menuangkan ide dan pemikirannya atas nama pribadi masing-masing. Kontribusi mereka dalam buku ini merupakan wujud rasa hormatnya kepada Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati. Kepada AURA Publishing yang telah bersedia menerbitkan buku ini dengan cepat dan cermat, meskipun harus berlomba dengan datangnya hari pensiun Hakim Maria, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga.

Akhirnya, saya mengajak sidang pembaca untuk sama-sama merenungkan kembali motto hidup dari Hakim Maria yang saya gunakan sebagai judul utama dari buku ini: “Serviam”. Artinya, “Saya ingin mengabdi”. Keteguhan Hakim Maria dalam memilih jalan pengabdian selama hidupnya telah menjadi motivasi dan semangat bagi banyak orang. Kini, saatnya para generasi penerus melanjutkan sifat dan langkah mulia Hakim Maria, sebagaimana selalu ditunjukkan dalam aktivitas kesehariannya. Selamat menjalani ranah pengabdian selanjutnya, Bunda. Terima kasih atas keteladanannya yang menjadi sumber inspirasi bagi kami semua.

Jakarta, Agustus 2018

Pan Mohamad Faiz – Editor

Penulisan Kutipan:

  • Faiz, Pan Mohamad. (Ed). 2018. SERVIAM: Pengabdian dan Pemikiran Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati. Lampung: AURA Publishing.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s