Wawancara: Polri – KPK (Indonesian SBS Radio)


KPK-Polri

Is the difficulty in the relationship between the Indonesian Commission for the Elimination of Corruption and the Indonesian police the result of personalities, history or policy? Mr Pan Mohamad Faiz addresses the issues.

Interview in Bahasa Indonesia can be found here: http://www.sbs.com.au/yourlanguage/indonesian/en/content/polri-kpk

Advertisements

Wawancara: Hari Kebangkitan Nasional 2014


HarkitnasBagaimana Hari Kebangkitan Nasional 2014 diperingati? Apakah Hari kebangkitan Nasional masih memberikan inspirasi bagi masyarakat? Bagaimana kita menafsirkan tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini? Adakah hubungan antara Hari Kebangkitan Nasional dengan rasa nasionalisme, momentum Pemilihan Umum, dan juga generasi muda? Berikut ini rekaman audio hasil wawancara saya dengan Radio SBS Australia beberapa waktu lalu.

Untuk mengunduh atau mendengarkan secara online, sila klik pada tautan ini: Wawancara.

Sumber: SBS Australia Audio and Language (Bahasa Indonesia)

[NEWS] Bagian IV: Melihat Negeri Naga dan Gajah


MELIHAT NEGERI NAGA DAN GAJAH

BrainDrainTenaga-tenaga ahli Indonesia banyak yang tertarik bekerja di luar negeri.Agar Indonesia tidak mengalami kekurangan tenaga ahli, atmosfer lingkungan kerja yang lebih kondusif harus dibangun.

Anak muda yang baru lulus kuliah dianggap memiliki idealisme tinggi. Mereka biasanya haus akan pengetahuan baru dan sangat ingin mempraktikkan ilmu yang sudah didapat dalam kehidupan nyata sehari- hari. Demikian juga anakanak Indonesia yang berhasil meraih gelar master, doktor, hingga profesor dari perguruan tinggi di luar negeri.

Mereka masih memiliki idealisme untuk menyumbangkan ilmu demi membangun masyarakat. Sejatinya jika ada ruang untuk berekspresi dan mengembangkan diri,para tenaga ahli akan memilih bekerja dan tinggal di dalam negeri bersama sanak saudara. Sebagaimana pepatah, seenak-enaknya hidup di negeri orang, masih enak di negeri sendiri.

Sayangnya, lingkungan kerja di dalam negeri belum cukup kondusif sehingga mereka lebih memilih hengkang dan berkompetisi dalam bursa kerja global. Maraknya tenaga ahli yang bekerja di luar negeri (brain drain) tidak selalu berkonotasi negatif. Menurut Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Soemantri, dengan bekerja di luar negeri, mereka akan meniti karier dan menimba pengalaman sebanyak- banyaknya sehingga sekembalinya ke Indonesia mereka bisa menyumbangkan ilmu mereka bagi pembangunan bangsa.

Continue reading

[NEWS] Bagian III: Setitik Asa untuk Cendekia


brain_drain3SETITIK ASA UNTUK CENDEKIA

Sudah bukan rahasia lagi, di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) kerap dijadikan panglima oleh sejumlah negara untuk maju. Siapa yang menguasai iptek,bakal menguasai dunia.

Sejumlah negara yang memperhatikan iptek mengalami kemajuan yang luar biasa. Sebut saja sejumlah negara Asia yang saat ini diperhitungkan dunia seperti Korea Selatan,India, Jepang,China,dan Pakistan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendefinisikan profesi peneliti dengan insan yang memiliki kepakaran yang diakui dalam suatu bidang keilmuan.

Dengan kepakaran itulah mereka diharapkan memberikan sumbangan yang sangat berarti. Saat ini dari segi jumlah, peneliti Indonesia masih kurang. Menurut data per 31 Maret terdapat 7.673 peneliti yang terdiri atas 1.819 peneliti pertama, 2.146 peneliti muda, 2.666 peneliti madya, 777 peneliti utama,dan 265 profesor riset. Dibanding penduduk Indonesia, jumlah tersebut tentu sangat sedikit.

Beberapa institusi bahkan menyatakan bahwa tidak ada yang berminat untuk menjadi peneliti sehingga rekrutmen dilakukan dari kalangan PNS yang ada. Melihat jumlah yang kecil baik dari kuantitas maupun kualitas tampaknya untuk mencetak profesi peneliti bukalah hal yang mudah.

Continue reading