CONSREV, Vol. 4, No. 1 (2018)


JUST PUBLISHED: CONSREV, VOL. 4, NO 1 (2018)

COVERConstitutional Review (CONSREV) is an international law journal published by Center for Research and Case Analysis and Library Management of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia. The fundamental aim of this journal is to disseminate research, conceptual analysis, and other writings which focus on constitutional issues.

In this first edition of Year 2018, six articles are presented by legal and constitutional scholars from various universities, as follows:

  1. “The Function of Judicial Dissent in Indonesia’s Constitutional Court” by Professor Simon Butt (Sydney Law School). DOI: https://doi.org/10.31078/consrev411.
  2. “Filling the Hole in Indonesia’s Constitutional System: Constitutional Courts and the Review of Regulations in a Split Jurisdiction” by Professor Tim Lindsey (Melbourne Law School). DOI: https://doi.org/10.31078/consrev412.
  3. “Proportionality Test in the 1945 Constitution: Limiting Hizbut Tahrir Freedom of Assembly” by Giri Ahmad Taufik (Griffith Law School). DOI: https://doi.org/10.31078/consrev413.
  4. “Mainstreaming Human Rights in the Asian Judiciary” by Desi Hanara (Leiden Law School). DOI: https://doi.org/10.31078/consrev414.
  5. “Revisiting Liberal Democracy and Asian Values in Contemporary Indonesia” by Muhammad Bahrul Ulum and Nilna Aliyan Hamida (University of Jember). DOI: https://doi.org/10.31078/consrev415.
  6. “The Obligation of the Constitutional Court of Indonesia to Give Consideration in the Process of Dissolution of Societal Organizations” by Putra Perdana Ahmad Saifulloh (Bhayangkara University). DOI: https://doi.org/10.31078/consrev416.

The Editors expect that this issue might give some new insight, judgement, and understanding on constitutions, constitutional court decisions, and constitutional issues in broader nature to our readers. The full issue of this edition can also be downloaded here: https://bit.ly/2xv7LrU. Please feel free to share with others.

Best regards,

Pan Mohamad Faiz
Editor-in-Chief

Advertisements

Mencari Sang Negarawati


MENCARI SANG NEGARAWATI

Pan Mohamad Faiz, Ph.D., Peneliti Mahkamah Konstitusi

(Tulisan diterbitkan dalam “Ruang Konstitusi” di MAJALAH KONSTITUSI No. 135, Mei 2018, hlm. 71-72 – Download)

Mencari Sang Negarawati (1)Pada 13 Agustus 2018 mendatang, hakim konstitusi perempuan pertama dan satu-satunya yang dimiliki oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Dr. Maria Farida Indrati, akan paripurna menyelesaikan masa baktinya. Maria yang sebelumnya dipilih melalui jalur eksekutif tak lagi dapat diperpanjang masa jabatannya. Sebab, UU MK membatasi seorang hakim konstitusi hanya dapat diperpanjang masa jabatannya satu kali. Sedangkan, Maria saat ini tengah menyelesaikan masa jabatannya untuk periode yang kedua (2013-2018).

Menyikapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk mencari pengganti Maria. Langkah pembentukan pansel ini perlu diapresiasi, karena setidaknya sebagai salah satu upaya untuk memenuhi prinsip pencalonan dan pemilihan hakim konstitusi yang menurut UU MK harus bersifat transparan dan partisipatif (Pasal 19) serta objektif dan akuntabel (Pasal 20).

Menurut UUD 1945 dan UU MK, seorang hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, dan negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan. Selain itu, seorang calon hakim konstitusi harus berijazah doktor dan magister dengan dasar sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum, serta mempunyai pengalaman kerja di bidang hukum paling sedikit 15 (lima belas) tahun.

Continue reading